Penerbit : Darul
Ilmi Publising
Tahun Penerbit :
Rabiul Akhir 1434 H / Februari 2013 M
Halaman : 367 Halaman
Halaman : 367 Halaman
Jenis Cover : Soft Cover
Harga : Rp.50.000
ISBN : 978-602-8013-55-0
Resentator :
Muhammad Mursyid Husain
Buku yang hadir di tengah pembaca,
merupakan salah satu buku “Serial Trilogi Alam Akhirat” yang di terjemahkan
dalam kitab berjudul “Ar-Riyad An-Naadirah
Fii Shahiih Ad-Daaril Akhirah” karya Dr. Ahmad Mustafa Mutawalli yang di
ta’liq oleh tiga ulama besar abad ini yaitu; Syaikh Muhammad bin
NashiruddinAl-Albani, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dan Syaikh
Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di Rahimahumullah.
Buku
ini mengupas secara detail tentang Alam Akhirat, di mulai dari kematian manusia
hingga negri keabadian yaitu Surga atau Neraka, yang kemudian kami kemas
menjadi tiga buah buku yang berseri, dengan masing-masing judul; Buku ke-1
berjudul “Misteri Kematian” (menguak Fenomena Kematian dan Rentetn Peristiwa
Dahsyat Menjelang Kiamat), buku ke-2 berjudul “Prahara Padang Mahsyar”
(Peristiwa Pengumpulan Manusia Dari Awal-Hingga Akhir di Padang Mahsyar, Huru
hara Kiamat, Hisab, Mizan, Telaga, Shirat dan Syafa’at), dan buku ke-3 kami
berjudul “Surga dan Neraka” (Mengenal Lebih Dekat Keindahan Surga dan Kengerian
Neraka). Dengan harapan agar buku ini mudah di baca dan di pahami serta tidak
membosankan bagi para pembaca
Buku yang sekarang ini adalah seri
ke-3 dari “Serial Trilogi Alam Akhirat”. Yang membahas secara terperinci dan
menguak rahasia dibalik keindahan surga dan kengerian Neraka, dan disertai
kisah dan teladan orang-orang shalih.
Salah
satu di antara pokok keyakinan Ahlus-Sunnah Wal Jama’ah adalah mengimani
keberadaan Surga (Al-Jannah) dan Neraka (An-Naar). Salah satunya
sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta'alah (yang artinya),“Peliharalah
dirimu dari Neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi
orang-orang kafir. Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman
dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir
sungai-sungai di dalamnya..” {QS. Al-Baqarah : 24-25}
Mengimani
surga dan neraka berarti membenarkan dengan pasti akan keberadaan keduanya, dan
meyakini bahwa keduanya merupakan makhluk yang dikekalkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'alah, tidak akan lenyap
dan tidak akan binasa, dimasukkan ke dalam surga segala bentuk kenikmatan dan
ke dalam neraka segala bentuk siksaan. Juga mengimani bahwa surga dan neraka
telah tercipta dan keduanya saat ini telah disiapkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'alah . Sebagaimana
firman Allah Subhanahu Wa Ta'alah mengenai surga (yang artinya), “..yang telah disediakan untuk orang-orang yang bertakwa” {QS.
Ali Imran : 133}
Surga
Kalau
kita berbicara tentang kenikmatan Surga, mungkin tidak ada putus-putusnya dan
tidak ada habis-habisnya. Surga (Al-Jannah) secara
bahasa berarti : kebun (Al-Bustan), atau
kebun yang di dalamnya terdapat pepohonan. Bangsa Arab juga biasa memakai kata Al- Jannah untuk menyebut pohon kurma. Secara istilah,
Surga ialah nama yang umum yang mencakup suatu tempat (yang telah dipersiapkan
oleh Allah bagi mereka yang mentaati-Nya), di dalamnya terdapat segala macam
kenikmatan, kelezatan, kesenangan, kebahagiaan, dan kesejukan pandangan mata.
Surga juga disebut dengan berbagai macam nama selain Al Jannah, diantaranya : Darus-Salam (Negeri Keselamatan) kita bias lihat dalam
{QS. Yunus : 25}, Daru- Khuld (Negeri
yang Kekal),{QS. Qaaf : 34}, Jannatun-Na’im (Surga
yang Penuh Kenikmatan},{QS. Luqman: 8}, Al-Firdaus
{QS. Al Kahfi : 108}, dan masih banyak lagi penamaan lainnya.
“Berlomba-lombalah kamu kepada
(mendapatkan) ampunan dari Rabbmu dan surga yang luasnya seluas langit dan
bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan
Rasul-rasulNya. Itulah karunia Allah, diberikanNya kepada siapa yang dikehendakiNya.
Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” {QS.
Al Hadid : 21}
Di
dalam buku ini anda akan dijelaskan secara lengkap tentang keindahan-keindahan
yang ada didalam surga. Seperti yang dijelaskan dalam Hadist Nabi Sallallahu Alaihi Wa Sallam sebagai berikut
:
“Abu Hurairah Radiyallahu Anhu
berkata : kami berkata : wahai Rasulullah ceritakan kepada kami tentang surga,
apa bangunannya ? , Beliau bersabda : Bata emas dan bata perak, lumpur lepanya
kasturi, kerikilnya mutiara dan permata, dan tanahnya za’faran. Barangsiapa
memasukinya, ia merasa nikmat dan tidak jemu, abadi dan tidak mati, pakaiannya
tidak using, dan masa mudanya tidak lenyap. (Ada) tiga golongan yang doa mereka
tertolak ; pemimpin yang adil, orang yang berpuasa hingga berbuka dan doa orang
yang teraniaya dibawa di atas awan, pintu-pintu langit dibuka untuknya, Rabb
berfirman : Demi kemuliaan dan keluhuran-Ku, Aku akan menolongmu meski selang
berapa lama.” ( HR. Ahmad 2/304, Darimi 2824,
Thayalisi 2583, Riwayat Abu Nu’aim dalam Shifatul
Jannah, Hadist dari Abu-Hurairah 100)
Surga
memiliki pintu-pintu. Dalam sebuah hadits dari shahabat Sahl bin Sa’ad Radiyallahu Anhu dari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wa Sallam, “Di
dalam surga terdapat delapan pintu, di antaranya adalah Ar Rayyan. Tidak ada
yang memasukinya kecuali orang-orang yang berpuasa”. Dari Utbah bin
Ghazawan Radiyallahu Anhu, beliau
berkata mengenai lebar tiap pintu surga, “Rasulullah
bersabda kepada kami bahwasanya jarak antara daun pintu ke daun pintu surga
lainnya sepanjang perjalanan empat puluh tahun, dan akan datang suatu hari ketika
orang yang memasukinya harus berdesakan”.
Diriwayatkan
dari Abdullah bin Qais Radiyallahu Anhu,
Rasulullah Sallallahu Alaihi Wa Sallam
bersabda :
“Sungguh orang mukmin di surga
memiliki tenda dari satu mutiara, cekung, panjangnya empat puluh mil, di
dalamnya terdapat istri-istri, orang mukmin mengelilingi mereka namun mereka
tidak saling melihat.”(HR. Bukhari dan Muslim)
Selain
itu didalam buku ini juga dijelaskan siapa saja penghuni surga, para pemimpin
di surga, siapa yang pertama memasuki surga, siapa golongan terakhir memasuki
surga, bagaimana keadaan mereka didalam surga dan masih banyak yang lainnya.
“Sesungguhnya Allah memasukkan
orang-orang beriman dan mengerjakan amal yang saleh ke dalam surga-surga yang
dibawahnya mengalir sungai-sungai. Di surga itu mereka diberi perhiasan dengan
gelang-gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka adalah sutera.” {QS.
Al-Hajj : 23}
Neraka
An-Naar,
neraka secara bahasa ialah kobaran api (Al-Lahab) yang panas dan bersifat membakar.
Secara istilah dalam artian, suatu tempat yang telah disiapkan Allah Subhanahu Wa Ta'alah bagi orang-orang
yang mendurhakai-Nya dan tidak mau mengikuti perintah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wa Sallam. Sebagaimana
dalam firman Allah Subhanahu Wa Ta'alah (yang
artinya), “Sesungguhnya Allah mela’nati
orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala (neraka)”
{QS. Al Ahzab : 64}.
Neraka
memiliki beragam nama selain An-Naar,
diantaranya Jahannam kita bias melihat
dalam {QS. An Naba’ : 21-22}, Al-Jahim
{QS. An Naziat : 36}, {QS. Asy-Syura : 7}, Saqar
{QS. Al Mudatsir : 27-28}, Al-Huthomah
{QS. Al Humazah : 4}, dan Al-Hawiyah
{QS. Al Qari’ah : 8-11}
Neraka
dipersiapkan Allah bagi orang-orang yang mengkufuri-Nya, membantah syariat-Nya,
dan mendustakan Rasul-Nya. Bagi mereka adzab yang pedih, dan penjara bagi
orang-orang yang suka berbuat kerusakan. Itulah kehinaan dan kerugian yang
paling besar. Allah Subhanahu Wa Ta'alah
berfirman, “Ya Tuhan kami, sesungguhnya
barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau
hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.”
{QS. Ali Imran : 192}. Begitu pula firman Allah Subhanahu Wa Ta'alah yang artinya, “Katakanlah:
“Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri
mereka sendiri dan keluarganya pada hari kiamat.” Ingatlah yang demikian itu
adalah kerugian yang nyata.” {QS. Az Zumar : 15}. Itulah
seburuk-buruk tempat kembali. “Sesungguhnya jahannam itu
seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.” {QS. Furqan :
66}
“Peliharalah dirimu dari neraka
yang bahan bakarnya m anusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir”
{QS. Al Baqarah : 2}. Batu yang dimaksud
dalam ayat ini ditafsirkan oleh Ibnu Abbas dan sebagian besar pakar tafsir
dengan belerang, dikarenakan sifatnya yang mudah menyala lagi busuk baunya.
Sebagian pakar tafsir juga berpendapat bahwa yang dimaksud batu di sini, ialah
berhala-berhala yang disembah, sebagaimana
Allah berfirman yang artinya, “Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain
Allah, adalah umpan Jahannam, kamu pasti masuk ke dalamnya.”
{QS. Al Anbiya : 98}
Mengingat Nikmat Surga dan
Adzab Neraka Sumber Rasa Khusyu’ dalam Hati
Yahya
bin Mu’adz berkata, “Rasa takut di dalam
hati bisa tumbuh dari tiga hal. Yaitu senantiasa berpikir seraya mengambil
pelajaran, merindukan Surga seraya memendam rasa cinta, dan mengingat Neraka
seraya menambah ketakutan.” Hendaklah diri kita tidak pernah merasa aman
dari adzab neraka. Sulaiman At Taimi pernah berkata, “Aku tidak tahu apa yang tampak jelas bagiku dari Rabbku. Aku mendengar
Allah ‘azza wa jalla berfirman, “Dan jelaslah bagi mereka adzab dari Allah yang
belum pernah mereka perkirakan”. {QS. Az Zumar : 47}.
Kesimpulan
Kita
sebagai hamba Allah Subhanahu Wa Ta'alah yang
di ciptakan untuk tujuan beribadah kepadanya dan akan kembali kepadanya. Maka oleh
sebab itu kita harus mempersiapkan bekal untuk menghadap kepadanya.
Saran
Buku
ini layak di baca bagi yang ingin menambah wawasan keilmuan dan yang ingin
mengetahui lebih dalam atau secara terperinci mengenai alam Akhirat tentang keindahan
dan kenikmatan Surga dan kengerian siksaan Neraka. Dan di dalam buku ini juga kita
mendapati kisah-kisah teladan orang-orang Shalih. Dapat anda dapatkan dalam
buku ini. Selamat membaca!
